Buih Cinta
Aku adalah sang pengembala bima
Dari kejauhan ku terkesima
Jalang wanita berpasang
Tertali tak mungkin lagi pasang
Di hadap saling membenci
Di larang tak ada lagi
Berkalung sorban bukan berarti suci
Karunia tak selalu harus di bagi
Ketika nasib telah menggenggam
Tak kan lagi tasbih di jari
Iman hanya sebentar tak pernah agam
Tak jarang dia gembira gila sendiri
Hilang dari batu bata
Rontanya selalu menyapa buta
Terisi semut yang memikul batu
Berat tak pernah terbebani meskipun buntu
30-06-2011
Karya : yang mengetahui
HILANG
Waktu butuh hidup
Derita tangis tak selalu menyedihkan
Kadang karang tegak
Kadang garam tak asin
Sedetik hanya itu
Tapi tuk selamanya aku tak pernah tau
Beribu langit telah ku cari
tapi tak sekecil jari
Tanahku sepintar diriku
Menyadarkanku akan waktuku
Beranikan diri untuk menyelipkan semua
Namun hidup tak penuh keraguan
30-06-2011
Karya : biarkan saja
Jumat, 08 Juli 2011
Hari ini siang
Buih Cinta
Aku adalah sang pengembala bima
Dari kejauhan ku terkesima
Jalang wanita berpasang
Tertali tak mungkin lagi pasang
Di hadap saling membenci
Di larang tak ada lagi
Berkalung sorban bukan berarti suci
Karunia tak selalu harus di bagi
Ketika nasib telah menggenggam
Tak kan lagi tasbih di jari
Iman hanya sebentar tak pernah agam
Tak jarang dia gembira gila sendiri
Hilang dari batu bata
Rontanya selalu menyapa buta
Terisi semut yang memikul batu
Berat tak pernah terbebani meskipun buntu
30-06-2011
Karya : yang mengetahui
HILANG
Waktu butuh hidup
Derita tangis tak selalu menyedihkan
Kadang karang tegak
Kadang garam tak asin
Sedetik hanya itu
Tapi tuk selamanya aku tak pernah tau
Beribu langit telah ku cari
tapi tak sekecil jari
Tanahku sepintar diriku
Menyadarkanku akan waktuku
Beranikan diri untuk menyelipkan semua
Namun hidup tak penuh keraguan
30-06-2011
Karya : biarkan saja
Aku adalah sang pengembala bima
Dari kejauhan ku terkesima
Jalang wanita berpasang
Tertali tak mungkin lagi pasang
Di hadap saling membenci
Di larang tak ada lagi
Berkalung sorban bukan berarti suci
Karunia tak selalu harus di bagi
Ketika nasib telah menggenggam
Tak kan lagi tasbih di jari
Iman hanya sebentar tak pernah agam
Tak jarang dia gembira gila sendiri
Hilang dari batu bata
Rontanya selalu menyapa buta
Terisi semut yang memikul batu
Berat tak pernah terbebani meskipun buntu
30-06-2011
Karya : yang mengetahui
HILANG
Waktu butuh hidup
Derita tangis tak selalu menyedihkan
Kadang karang tegak
Kadang garam tak asin
Sedetik hanya itu
Tapi tuk selamanya aku tak pernah tau
Beribu langit telah ku cari
tapi tak sekecil jari
Tanahku sepintar diriku
Menyadarkanku akan waktuku
Beranikan diri untuk menyelipkan semua
Namun hidup tak penuh keraguan
30-06-2011
Karya : biarkan saja
Jalanan Hidup
Biarkan berputar
Bumi dan waktu selalu bersama
Dengan angin dan sinar
Dengan malam dan panasnya
Gelap itu pasti ada keburukan
Sinar itu pasti ada kebaikan
Mengapa ?
Janggal terasa
Bilangan yang selalu buat pusing
Teratai yang hidup
Tak Pernah mekar selalu redup
Kebahagiaan yang berarti mati
Sejarah yang hanya tinggal kata
Mencoba biasakan gatalnya hidup
Setapak jalan yang di larang terlampaui
29-06-2011
Karaya: Tak selau ada
Terbang
Sungguh Menyakitkan
Biarkan berputar
Bumi dan waktu selalu bersama
Dengan angin dan sinar
Dengan malam dan panasnya
Gelap itu pasti ada keburukan
Sinar itu pasti ada kebaikan
Mengapa ?
Janggal terasa
Bilangan yang selalu buat pusing
Teratai yang hidup
Tak Pernah mekar selalu redup
Kebahagiaan yang berarti mati
Sejarah yang hanya tinggal kata
Mencoba biasakan gatalnya hidup
Setapak jalan yang di larang terlampaui
29-06-2011
Karaya: Tak selau ada
Terbang
Sungguh Menyakitkan
Langganan:
Postingan (Atom)